PERANAN PONDOK PESANTREN JOMBANG PADA MASA REVOLUSI FISIK 1945-1949 KASUS PONDOK PESANTREN DARUL ULUM DAN TEBUIRENG

Pondok Pesantren Darul Ulum dan Tebuireng merupakan lembaga pendidikan Islamyang tumbuh dan berkembang sejak jaman penjajahan Belanda dan telah banyak andilnya untuk bangsa dan negara, tetapi hal ini belum dipahami oleh banyak orang. Pada masa penjajahan, bangsa kita untuk melawan secara fisik dengan persenjataan terhadap pemerintah kolonial Belanda tidaklah mungkin, maka melalui pendidikan pondok pesantren itulah dijadikan lahan pembibitan kader-kader bangsa. Setelah Indonesia merdeka khususnya masa revolusi fisik tahun 1945-1949 santri, kiai, dan pengurusnya, berperan aktif dalam pertempuran melawan Belanda dan sekutu-sekutunya sampai titik darah penghabisan.

Setelah kedaulatan benar-benar berada di tangan bangsa Indonesia Pondok Pesantren Darul Ulum dan Tebuireng semakin meningkatkan usahanya, sehingga dalam masa pembangunan telah memiliki sekolah-sekolah dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan tinggi. Dalam pondok pesantren ini tertampung putra-putri dari seluruh pelosok tanah air Indonesia. Mereka memperoleh penggemblengan ilmu agama Islam maupun ilmu pengetahuan umum. Kedua pondok ini besar jasanya serta andilnya terhadap bangsa dan negara, tetapi belum banyak dipahami serta didokumentasikan dalam penulisan sejarah perjuangan bangsa kita, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mendokumentasikannya.

Tujuaan penulisan ini di samping untuk melengkapi khasanah kesejarahan, juga agar generasi penerus memahami apa yang telah diperjuangkan kedua pondok ini dalam rangka membangun bangsa dan negara. Selanjutnya generasi sekarang maupun yang akan datang diharapkan dapat meneladani semangat kerja keras para pendahulunya. Khususnya penulisan ini untuk mengungkapkan bagaimana peranan kedua pondok ini dalam masa revolusi fisik 1945-1949. Masa ittu merupakan saat yang sangat kritis bagi bangsa Indonesia, maka diperlukan persatuan dan kesatuan serta kekompakan seluruh bangsa kita. Tanpa semangat yang tinggi dan niat serta cita-cita yang tunggal, bangsa kita masuk ke jurang kehancuran.

Pendokumentasian dalam bentuk penulisan sejarah ini dirasa mendesak karena para pendiri dan pelaku yang merintis bangkit dan berkembangnya pondok ini semakin langka, banyak yang telah tiada. Oleh karena itu dengan kerja semua akhirnya data kedua pondok ini masih dapat ditemukan walaupun kurang lengkap. Lebih menggembirakan lagi, penulis masih dapat mewawancarai para pelaku yang telah berusia lanjut.

Upaya yang telah dilakukan kedua pondok pesantren ini benar-benar sangat bermanfaat. Di jaman penjajahan, baik Pondok Pesantren Darul Ulum maupun Tebuireng telah menyiapkan kader-kader yang tidak terhitung jumlahnya. Dalam masa revolusi mempertahankan kemerdekaan tahun 1945-1949, santri, kiai, dan segenap pengurusnya telah berjuang dalam pertempuran Surabaya, melawan pemberontakan PKI 1948, juga melawan agresi Belanda di Indonesia. Di samping itu kedua pondok ini telah memberi manfaat dalam kehidupan masyarakat. Akhirnya dengan perjuangan yang gigih kedaulatan negara penuh berada di tangan bangsa kita, kedua pondok dapat mengembangkan usahanya lebih pesat lagi.

Selengkapnya: PATRA-WIDYA, Vol. 4 No.1, Desember 2003.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: