NASIHAT BAPAK KEPADA SANG ANAK

Suatu hari seorang anak meminta suatu nasihat kepada bapaknya
A : Duhai ayah, berilah aku suatu nasihat
B : Nasihat tentang apa, wahai anakku
A : Terserah ayah, yang penting bisa kujadikan pedoman dan peganggan melangkah di dunia.
B : Baiklah, ayo ikut bersamaku. Kita jalan-jalan naik kuda.
(Keduanya keluar rumah dengan menaiki kuda mereka. Namun di tengah perjalanan ada orang yang mengomentari,”Orang itu tega benar, masak kuda kecil seperti itu ditumpagi berdua”)
B : Wahai anakku, kamu dengar ucapan orang tadi?
A : Iya ayah
B : Baiklah, sekarang kamu yang di atas kuda, saya yang menuntun di bawah.
A : Iya ayah
(Di tengah perjalanan ada orang yang berkomentar lagi, “Anak itu kok tidak sopan banget sih, ayahnya disuruh menuntun kuda sedagkan dia malah duduk di atasnya”)
B : Duhai anakku, kamu dengar ucapan orang tadi?
A : Iya ayah
B : Sekarang, kamu yang menuntun, ayah yang duduk di atas kuda.
A : Iya ayah
(Ada lagi yang berkomentar, Bapak itu tega benar, sang anak yang masih kecil disuruh menuntun kuda. Misalkan nanti ditengah dia menuntun ditendang kuda bagaimana?”)
B : Kamu dengar nak?
A : Iya Ayah
B : Gini saya, kamu menuntun di sebelah kiri, ayah menuntun di sebelah kanan.
(Ada lagi yang berkomentar, ayah dan anak apa gak bisa menaiki kuda. Jalan-jalan bawa kuda kok gak ditumpangi. Lebih baik ga’ sah bawa kuda kalau gak ditumpangi.”
B : Kamu dengar nak?
A : Iya ayah
(Mereka ayah dan anak kemudian beristirahat dengan tetap saling berdialog)
B : Anakku apa yang bisa kamu ambil dari omongan dan komentar banyak orang tadi?
A : Kurang tahu ayah
B : Begitulah isi dunia, antara orang yang satu dengan yang lain saling berkomentar. Mereka hanya melihat sisi dhohir. Tinggal bagaimana kita bisa mensikapi. Kita harus tetap bisa teguh pada pendirian. Jangan mudah mengikuti omongan orang agar kamu tidak jadi orang plin-plan yang mudah digiring ke sana kemari tanpa arah yang jelas. Kuncinya hanya satu selalu berpegang pada tuntunan agama dan perbanyak dzikir kepada Allah agar hatimua selalu dekat dengan-Nya.
LEK DIILOKNO WONG MESEMO
LEK DIRASANI WONG GUYUO
LEK DIMUNGSUHI WONG DUNGAKNO
LEK DIFITNAH WONG SYUKURONO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: